Kamis, 12 Mei 2011

Foto-foto Kegiatan fieldtrip SD Islam Al Azhar 15 Pamulang tahun ajaran 2010/2011

1. Kelas 6 ( IPB)
2. Kelas 5 ( Garuda, Bandara Sukarno Hatta,dan Taman Kota )








3. Kelas 4 ( Gedung MPR/DPR)











4. Kelas 3 ( Kizdstania )




5. Kelas 2 ( Memancing )
6. Kelas 1 ( Out Bond dan Pertanian ArRidho di Sentul )











Minggu, 30 Januari 2011

Ciri-ciri anak memasuki usia sekolah (Nina Maryamah)


Pada umumnya, anak-anak di usia 4 tahun yang sudah memasuki usia sekolah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Anak akan belajar untuk mengambil inisiatif terhadap segala sesuatu di sekitarnya.
b. Anak sudah mulai berpikir akan adanya konsep, baik itu yang dilihatnya melalui gambar ataupun hukum sebab-akibat yang telah dialaminya.
c. Anak akan melihat moralitas dari segi apakah ia akan mendapat penghargaan, hukuman, kesenangan, atau konsekuensi lainnya, contohnya: “ Aku diem kok ga nakal, jadi aku boleh pinjem mainannya” atau juga disebut dengan Tahap Menghindari Hukuman.
d. Perkembangan fisiknya mulai berkembang kuat sehingga aktivitas yang paling disukainya adalah “bermain”
e. Pemikirannya masih pada tahap simbolik dan sifat egosentris yang mendominasi.
f. Pemikiran anak yang masih didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan pengamatannya sendiri, sekalipun apa yang ada dalam pikirannya tidak selalu ditampilkan lewat tingkah laku nyata.

Perlunya Bermain
 Belajar dari permainan (Learning by playing)
Permainan seharusnya memiliki nilai seimbang dengan belajar. Anak dapat belajar melalui permainan (learning by playing). Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat memengaruhi perkembangan psikologi anak. Seperti kata Reamonn O Donnchadha dalam bukunya The Confident Child Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah.
 Permainan mengembangkan otak kanan

Disamping itu tentu saja anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebayanya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Bermain melalui permainan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah maupun di rumah.
 Permainan mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi yang menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran baik atau jahat membuat anak kaya akan pengalaman emosi, anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.
Ms. Nina

Rabu, 05 Januari 2011

Tika Bisono (YANA HENDARSYAH)

Sabtu tanggal 11 Desember 2010 murid SDI Al Azhar 15 Pamulang dan Koordinator orang tua murid kelas 6 mengadakan workshop tentang persiapan menghadapi UAS BN yang insya Allah dilangsungkan beberapa bulan lagi. Kali ini sebagai pembicara dan Nara sumber yang mau berbagi pengalaman adalah seorang Psikolog terkenal yang sudah tidak asing lagi yaitu ibu Tika Bisono, M. PsiT., Psi.

Bunda Tika (panggilan akrab Ibu Tika Bisono ) sangat semangat dalam mengampaikan dan menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada kita semua (Murid kelas 6, guru dan orang tua murid kelas 6). Peserta pun merasa puas atas bahasan yang di bawakan oleh bunda Tika bahkan pada saat sesi tanya jawab ada salah satu murid kita, curhat tentang keadaan dirinya dan keluarganya kepada bunda Tika.
Workshop ini berjudul Persiapan Siswa & Guru Menghadapi Ujian Akhir Nasional.

Ada beberapa yang bisa dipetik dari seminar tersebut diantaranya :

Yang di harus dilakukan guru menjelang Ujian adalah Memitivasi diri sendiri, Memahami dimensi perkembangan anak, dan belajar berkembang bersama anak.

Kiat-kiat menghadapi stress :
1. Latihan Pernapasan dalam (diagfragmatik)
2. Mendengarkan / memainkan alat music.
3. Berilah waktu untuk sedikit istirahat dan relaksasi
4. Usahakan tidur dengan baik dan tenang.
5. Tetap luangkan waktu untuk interaksi social
6. Bila sedang marah, upayakan agar marah tersebut konstruktif dan mengacu pada solusi
7. Fokuskan pikiran pada hal-hal yang positif
8. Berdoa dan melakukan kegiatan spiritual
9. Berbicara dengan orang yang mampu memberikan rasa nyaman.
10. Bersenda gurau (humor) dengan teman / saudara.
11. Visualisasi masa depan tentang keberhasilan dimana otak kita akan berpikiran yang menyenangkan.
12. Teraphi aroma atau teraphi pijat.
13. Makan makanan sehat, minum air putih secukupnya dan minum vitamin.
14. Olahraga teratur.

Dan di akhir kegiatan bunda tika menyimpulkan isi seminar sebagai berikut :
• Setiap orangtua/guru pasti ingin yang terbaik untuk anak/anak didiknya, baik dalam hal pendidikan maupun kehidupan sehari-hari
• Support & Restu orangtua & guru dalam mengejar prestasi sangat berarti bagi anak
• Pencapaian prestasi anak tidak dapat dipaksakan
• Orangtua & guru berhak memberikan arahan & berbagai alternatif, namun keputusan & tanggung jawab ada pada anak
• Tiap anak berkembang & belajar dengan cara & proses yang berbeda à Guru & orangtua harus memahami perkembangan anak
• Sekolah favorit tidak hanya sekedar mahal biaya, namun dilengkapi sarana, metode pengajaran, kurikulum, tenaga pendidik berkualitas, dan lingkungan yang kondusif
• Sekolah favorit belum tentu sesuai dengan perkembangan intelegensi, fisik & psikologis anak à Sesuaikan perkembangan anak dengan calon sekolah

Seminar yang dibuka olah bapak feri superi selaku perwakilan dari sekolah juga dihadiri oleh sebagian orang tua murid kelas 6 dan bapak/Ibu Guru kelas 6 yaitu Bapak M. Yatim, Ibu Rini, Bapak Hilman, Bapak Andi, Bapak Fahmi, Bapak Agung, Ibu Rida, Bapak yana dan Ibu Lia.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan sekolah untuk mempersiapkan anak untuk menghadapi ujian nasional dan persiapan masa remaja ketika nanti melanjutkan sekolah yang yang lebih tinggi (SMP).

hendar

Foto-foto kegiatan :










foto oleh : Yana Hendarsah

Senin, 06 Desember 2010

HiPnosiS, Apa s!ch.....? ( Sisha Ristia Kindangen, S. Psi.- Bu chaca )


Saat ini marak terjadinya kejahatan dengan cara hipnotis. Hipnotis sebenarnya istilah untuk pelakunya, sedangkan ilmunya disebut hipnosis. Hipnosis adalah salah satu teknik yang membawa seseorang masuk kedalam alam bawah sadar. Diantara alam sadar dan alam bawah sadar terdapat critical area yang membatasi.Hipnosis adalah tindakan untuk mengurangi peran area kritis tersebut hingga akhirnya pikiran bawah sadar kita terbuka.

Hipnosis dapat tercipta jika pikiran bawah sadar kita menyetujuinya. Hipnosis digunakan sebagai salah satu metode therapy psikologis. Namun terkadang hipnosis kurang tepat digunakan untuk berbagai tujuan, salah satu contoh yaitu program TV yang menggunakan hipnosis untuk komersil. Dan yang lebih buruknya yaitu digunakan untuk kejahatan jalanan, yang banyak diincar adalah anak-anak, wanita, remaja, orang yang terlihat kurang percaya diri, dan orang-orang yang sendirian. Anak-anak dan remaja diicar karena critical areanya masih tipis, wanita diincar karena sering menggunakan perasaan sehingga critical area mudah terbuka. Orang yang terlihat kurang percaya diri dan orang yang sendirian,lebih mudah dihipnotis karena sering melamun.

Tips-tips sederhana untuk menghindari hipnosis negatif :
1. Selalu waspada untuk menjaga hati, pikiran, dan tubuh kita dengan terus berdzikir kepada Allah.
2. HIndari berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal yang tidak jelas tujuannya. Anak-anak kalau bermain harus selalu dekat dengan orang tua.
3.Hipnosis terjadi jika pikiran bawah sadar kita menyetujui, maka teruslah waspada untuk tetap berkonsentrasi di mana pun berada.

Nah orang tua dan anak-anakku semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Samapai jumpa di artikel GCC berikutnya.
By. Mrs. Chaca

Jumat, 17 September 2010

Manfaat Latihan Bela Diri untuk Anak-anak ( Hilman Indrapura, S. Pd. )


Latihan Bela Diri saat ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak dan remaja pun saat ini sudah mulai meramaikan tempat-tempat latihan Bela Diri. Hal ini terlihat di sekolah-sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler bela diri seperti Pencak Silat, Taekwondo, Karate, jiujitsu, Kempo, Judo, dan lain sebagainya. Tidak hanya di sekolah di tempat-tempat latihan bela diri lain pun terlihat anak-anak dan remaja yang menjadi anggota.
Kita sebagai orang tua harus bisa memilih tempat latihan yang cocok untuk anak kita, hal ini akan mempengaruhi proses latihan yang akan dialami oleh anak kita. Tempat latihan yang harus diperhatikan adalah lokasi tempat latihan yang aman, perlengkapan yang disediakan lengkap atau tidak, materi latihan, pelatih, yang paling penting adalah resmi atau tidak perguruan atau klub bela diri yang diikutinya.
Selain Fisik dalam latihan bela diri, anak akan terbentuk beberapa nilai positif tentang kepribadian. Nilai keribadian tersebut adalah : Disiplin, menghormati kepada pimpinan/orang tua, semangat belajar lebih tinggi, ketenangan jiwa, dan ada beberapa klub atau perguruan bela diri yang mengarahkan kepada nilai keagamaan atau religi.
Masa anak-anak atau praremaja menurut Elizabeth B. Haurlock berusia sekitar 0 – 11 tahun, sedangkan pada usia 12 tahun manusia hampir dapat bergerak secara sempurna. Untuk belajar bela diri pada usia dibawah 12 tahun sangat riskan sekali, karena pada usia tersebut manusia masih dalam tahap pembelajaran motorik yang belum sempurna. Untuk itu harus ada penanganan khusus dalam latihan bela diri pada anak-anak.

Dalam buku Bela Diri untuk Anak penulis akan sedikit menuntun anda sebagai orang tua atau pelatih, untuk melatih beberapa gerakan beladiri yang diperbolehkan dalam latihan sesuai dengan kemampuan anak dan tips2 untuk persiapan apabila anak emndaftarkan anak dalam latihan bela diri.

( Lebih lengkapnya baca buku Bela Diri untuk Anak penulis Hilman Indrapura penerbit Dian Rakyat )

Kamis, 19 Agustus 2010

WORKSHOP SERVICE EXCELLENCE IN EDUCATION TODAY (DRS. TAHMIDIN ANWAR)



Pada hari Kamis, 8 juli 2010 yang lalu, seluruh personel sekolah, d.h.i Kepala Sekolah, seluruh guru dan pegawai Tata Usaha ( TU ) berada di ruang PSB (Gedung ALPAM, Lantai 2) dalam rangka mengikuti workshop, bertemakan : SERVICE EXCELLENCE IN EDUCATION TODAY. Kegiatan workshop yang dipandu oleh A. Zaenuddin H, M.Psi, Rina S. Nugroho, S.Psi, dan Ir Agus Muslih ini dibagi menjadi 2 bagian. Bagian ke-1, adalah materi yang bersifat teoritis sedangkan bagian ke-2 adalah materi yang berbentuk simulasi (penerapan dari teori yang sudah dijelaskan sebelumnya).
Ada pun motto dari workshop ini adalah ‘Make Their Day’, yakni berbuat yang terbaik yang ditujukan kepada customer baik internal maupun eksternal.
Motto ini dipilih dengan pertimbangan bahwa saat ini masalah pendidikan begitu kompetitif. Agar mampu bersaing dengan sekolah-2 yang ada, konsekuensinya, ALPAM harus makin meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada seluruh peserta didik yang telah diamanatkan oleh orang tuanya kepada sekolah. Orang tua murid menyekolahkan putra-putrinya di Al Azhar 15 Pamulang karena beranggapan bahwa segenap civitas Alpam dianggap mampu untuk memberikan pendidikan yang diharapkannya, mengingat anak merupakan ‘human invest’ bagi orang tuanya. Tentunya, kepercayaan ini tidak akan di sia-siakan oleh ALPAM.

Moment of Truth (MOT)

Konsep MOT adalah suatu konsep inti yang diajarkan kepada para peserta workshop. Inti konsep ini adalah mengajak para peserta workshop untuk memahami tentang konsep pelayanan dari sudut pandang customer. Dengan kata lain .......... para peserta workshop harus memahami mengapa seseorang bisa memberikan penilaian positif maupun negatif terhadap suatu pelayanan. Untuk memudahkan pemahaman konsep ini, pada sesi ini disimulasikan dalam bentuk ‘group discussion and presentation’, Pada saat berdiskusi, peserta diajak untuk bertindak sebagai customer, dan dipersilahkan untuk mengomentari, memberikan penilaian positif atau negatif terhadap suatu departemen / guru kelas 1 dlsb, tentu saja didasarkan atas setiap kejadian yang telah mereka alami (titik persepri). Dari diskusi dan presentasi inilah, mereka yang dikomentari akan mengetahui sebaik apa pelayanan yang telah diberikan selama ini. Dari sini diharapkan masing-2 departemen atau guru dapat memikirkan cara untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan memelihara yang sudah baik.


Creativity

Dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan di dunia pendidikan, banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menerapkan konsep ‘creativity’. Ada 4 konsep yang dijelaskan di sini, yaitu :

1. Play
Dalam mengajar, seorang guru berusaha menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Sudah bukan jamannya lagi bahwa dalam proses pembelajaran anak dituntut untuk selalu diam, karena dari model pembelajaran yang seperti ini akan menghalangi daya imajinasi dan kreativitas anak. Maka dari awal tahun pelajaran 2010-2011 ALPAM mengusung tema Belajar dan Bermain. Perihal anak bermain Prof Dr M Zaim berpesan, ‘Biarkanlah mereka menggunakan waktu bermainnya dengan baik demi keseimbangan perkembangannya’, Bermain akan melatih keseimbangan antara kecerdasan otak dan kecerdasan emosional.

2. Make Their Day
Artinya berbuat yang terbaik saat berinteraksi dengan customer. Contoh, jika seseorang pergi ke suatu mall , begitu menginjakkan kakinya di lobi, biasanya ia akan langsung disambut oleh SPG yang menawarkan aneka parfum dengan ramahnya, memberikan contoh aroma parfum di kertas yang telah disediakan. Keramahan dan aroma parfum tersebut dapat menjadi representasi dari keseluruhan yang terdapat di dalam mall tersebut. Dalam hal ini, Alpam pun telah berusaha ketika seseorang yang akan berkunjung ke sekolah maka sebagai penanda pertama yaitu satpam, yang diharapkan akan memandunya dengan ramah tempat yang akan dituju.

3. Be There
Artinya, saat memberikan pelayanan yang harus hadir tidak harus secara fisik saja, tetapi pikiran pun hadir ( fokus ). Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai sumbangsih seorang pegawai kepada perusahaan. Jika telah memilih guru sebagai profesinya maka Be There mengajarkan kepada kita, bahwa pada saat mengajar, kita harus fokus pada peserta didik, pikiran tidak melayang ke mana-mana.

4. Choose Your Attitude
Menentukan sikap walaupun yang lain tidak berbuat yang baik. Kita diajarkan bahwa seseorang dalam bekerja harus memiliki komitmen bahwa kita harus selalu mampu berbuat baik. Ketika di lembaga pendidikan Al Azhar kita diajarkan bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukan untuk kepala sekolah atau lainya selain hanya kepada yang Maha Mengetahui.

Teamwork dan Team Role

Akhirnya, konsep yang terakhir mengajarkan, bahwa segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik apabila satu sama lain saling bekerja sama. ALPAM bisa memberikan pelayanan yang terbaik, apabila tiap personil pendukungnya mampu bekerja sama untuk mewujudkannya, tentu saja didahului dengan pemahaman tiap personil akan peran masing-masing dalam kehidupan berkelompok. Peran si X yang lemah dalam hal tertentu, tentunya harus diperkuat dengan peran personil yang lain yang mempunyai kelebihan dalam hal tersebut.Pemahaman konsep teamwork dan peran anggota kelompok, disimulasikan dalam bentuk diskusi kelompok dan aktivitas team building.
Pada aktivitas ini, peserta diajak untuk memahami kelebihan dan kekuatan peran masing-masing apabila bekerja dalam suatu kelompok atau project, bagaimana menyiasatinya untuk mencapai tujuan keberhasilan kelompok.


Demikian rangkaian kegiatan sehari selama workshop berlangsung. Semoga seluruh materi yang telah diberikan selama workshop berlangsung, dapat diterapkan dengan baik oleh seluruh peserta, demi terwujudnya pelayanan yang optimum di lingkungan ALPAM khususnya.